KUMPULAN PUISI TERBAIK KARYA WIJI THUKUL
Satoe kertas - Mungkin sebagian dari kalian pasti tidak asing lagi dengan nama Wiji Thukul.Iya Wiji Thukul ialah seorang penyair sekaligus aktivis dijaman orde baru.Ia adalah salah satu orang yang diburu saat itu oleh rezim orde baru karena kata kata yang bergairah,membara,dan membangkitkan semangat untuk menyuarakan keadilan, kesejahteraan rakyat dan buruh sehingga ia dianggap orang yang berbahaya oleh rezim orde baru.setelah Wiji Thukul kabur,kini entah kemana dia menghilang tanpa jejak yang meninggalkan 2 orang anak dan istrinya.Banyak yang beranggapan bahwa ia telah dibunuh oleh anggota rezim orde baru namun hingga kini jasadnya belum ditemukan sampai sekarang.nah sekarang saya akan menyajikan beberapa Puisi-puisi terbaik Wiji Thukul yang bikin kalian termotivasi dan menangis
KEMERDEKAAN
kemerdekaan mengajarkan aku berbahasa membangun kata-kata dan mengucapkan kepentingan kemerdekaan mengajar aku menuntut dan menulis surat selebaran kemerdekaanlah yang membongkar kuburan ketakutan dan menunjukkan jalan kemerdekaan adalah gerakan yang tak terpatahkan kemerdekaan selalu di garis depan
DERITA SUDAH NAIK SELEHER
kaulempar aku dalam gelap hingga hidupku menjadi gelap kausiksa aku sangat keras hingga aku makin mengeras kau paksa aku terus menunduk tapi keputusan tambah tegak darah sudah kau teteskan dari bibirku luka sudah kau bilurkan ke sekujur tubuhku cahaya sudah kau rampas dari biji mataku derita sudah naik seleher kau menindas sampai di luar batas
TUJUAN KITA SATU IBU
Kutundukkan kepalaku, bersama rakyatmu yang berkabung bagimu yang bertahan di hutan dan terbunuh di gunung di timur sana di hati rakyatmu, tersebut namamu selalu di hatiku aku penyair mendirikan tugu meneruskan pekik salammu "a luta continua." kutundukkan kepalaku kepadamu kawan yang dijebloskan ke penjara negara hormatku untuk kalian sangat dalam karena kalian lolos dan lulus ujian ujian pertama yang mengguncangkan kutundukkan kepalaku kepadamu ibu-bu hukum yang bisu telah merampas hak anakmu tapi bukan hanya anakmu ibu yang diburu dianiaya difitnah dan diadili di pengadilan yang tidak adil ini karena itu aku pun anakmu karena aku ditindas sama seperti anakmu kita tidak sendirian kita satu jalan tujuan kita satu ibu:pembebasan! kutundukkan kepalaku kepada semua kalian para korban sebab hanya kepadamu kepalaku tunduk kepada penindas tak pernah aku membungkuk aku selalu tegak
UCAPKAN KATA-KATAMU
jika kau tak sanggup lagi bertanya kau akan ditenggelamkan keputusan-keputusan jika kau tahan kata-katamu mulutmu tak bisa mengucapkan apa maumu terampas kau akan diperlakukan seperti batu dibuang dipungut atau dicabut seperti rumput atau menganga diisi apa saja menerima tak bisa ambil bagian jika kau tak berani lagi bertanya kita akan jadi korban keputusan-keputusan jangan kau penjarakan ucapanmu jika kau menghamba kepada ketakutan kita memperpanjang barisan perbudakan kemasan-kentingan-sorogenen
AKU MASIH UTUH DAN KATA-KATA BELUM BINASA
ku bukan artis pembuat berita Tapi aku memang selalu kabar buruk buat penguasa Puisiku bukan puisi Tapi kata-kata gelap Yang berkeringat dan berdesakan mencari jalan Ia tak mati-mati, meski bola mataku diganti Ia tak mati-mati, meski bercerai dengan rumah Ditusuk-tusuk sepi, ia tak mati-mati telah kubayar yang dia minta umur-tenaga-luka Kata-kata itu selalu menagih Padaku ia selalu berkata, kau masih hidup Aku memang masih utuh dan kata-kata belum binasa
BUNGA DAN TEMBOK
Seumpama bunga Kami adalah bunga yang tak Kau hendaki tumbuh Engkau lebih suka membangun Rumah dan merampas tanah Seumpama bunga Kami adalah bunga yang tak Kau kehendaki adanya Engkau lebih suka membangun Jalan raya dan pagar besi Seumpama bunga Kami adalah bunga yang Dirontokkan di bumi kami sendiri Jika kami bunga Engkau adalah tembok itu Tapi di tubuh tembok itu Telah kami sebar biji-biji Suatu saat kami akan tumbuh bersama Dengan keyakinan: engkau harus hancur! Dalam keyakinan kami Di manapun–tirani harus tumbang!
P E N Y A I R
jika tak ada mesin ketik aku akan menulis dengan tangan jika tak ada tinta hitam aku akan menulis dengan arang jika tak ada kertas aku akan menulis pada dinding jika aku menulis dilarang aku akan menulis dengan tetes darah! sarang jagat teater
PERINGATAN
Jika rakyat pergi Ketika penguasa pidato Kita harus hati-hati Barangkali mereka putus asa Kalau rakyat bersembunyi Dan berbisik-bisik Ketika membicarakan masalahnya sendiri Penguasa harus waspada dan belajar mendengar Bila rakyat berani mengeluh Itu artinya sudah gawat Dan bila omongan penguasa Tidak boleh dibantah Kebenaran pasti terancam Apabila usul ditolak tanpa ditimbang Suara dibungkam kritik dilarang tanpa alasan Dituduh subversif dan mengganggu keamanan Maka hanya ada satu kata: lawan!.
SAJAK SUARA
sesungguhnya suara itu tak bisa diredam mulut bisa dibungkam namun siapa mampu menghentikan nyanyian bimbang dan pertanyaan-pertanyaan dari lidah jiwaku suara-suara itu tak bisa dipenjarakan di sana bersemayam kemerdekaan apabila engkau memaksa diam aku siapkan untukmu : pemberontakan! sesungguhnya suara itu bukan perampok yang merayakan hartamu ia ingin bicara mengapa kaukokang senjata dan gemetar ketika suara-suara itu menuntut keadilan? sesungguhnya suara itu akan menjadi kata ia yang mengajari aku untuk bertanya dan pada akhirnya tidak bisa tidak engkau harus menjawabnya apabila engkau tetap bertahan aku akan memburumu seperti kutukan
Itulah kumpulan puisi terbaik dari yang terbaik karya dari Wiji Thukul.mungkin beliau sudah tidak ada namun kata kata-katanya tidak akan binasa dan kelak akan selalu dikenang sebagai pahlawan dalam memperjuangkan keadilan dan kemakmuran.Dan dari karya beliau juga akan selalu dikenang kejamnya masa orde baru.

Komentar
Posting Komentar