Pengertian Integrasi Nasional Serta Faktor Penghambat Dan Pendorong Terjadinya Integrasi Nasional
Satoe Kertas - Indonesia adalah negara yang memimiliki tidak kurang dari 17 ribu pulau dari Sabang sampai Merauke dengan beragam suku dan budaya. Dengan faktor tersebut tentunya menimbulkan suatu perbedaan yang rawan akan terjadinya hal-hal negatif. Namun hal tersebut tidak perlu dicemasi, karena meskipun beranekaragam suku dan budaya, Indonesia tetap bisa bersatu yaitu tidak lain dengan adanya Integrasi Nasional.
Apa sih Integrasi Nasional?
Apakah bisa dengan Integrasi Nasional Indonesia yang memiliki beribu-ribu pulau, beratus-ratus suku dan beranekaragam perbedaan-perbedaan yang ada bisa bersatu?
Tentunya bukan hal yang mudah untuk mewujudkan.
Namum bukan hal yang mustahil jika Indonesia bersatu diatas semua perbedaan-perbedaan, yaitu dengan syarat terwujudnya Integrasi Nasional.
Nah kali ini Satoe Kertas akan membahas pengertian, hal hal yang dapat mendorong terjadi, dan menghambat terjadinya Integrasi Nasional.
Integrasi Nasional berasal dari bahasa Inggris, dimana Integrasi sendiri berasal dari kata "integrate" yang artinya satu atau mempersatukan, sedangkan Nasional berasal dari kata "National " yang artinya bangsa.
Jadi Integrasi Nasional yaitu proses atau usaha mempersatu padukan perbedaan-perbedaan dan mempelebur menjadi satu sehingga terjadinya keselarasan dan keserasian secara nasional.
Seperti yang sudah saya katakan diatas, tidaklah mudah untuk mewujudkan Integrasi Nasional. Pasti ada beberapa kendala kendala yang bisa menghambat terwujudnya Integrasi Nasional di Indonesia. Faktor-faktor yang dapat menghambat terjadinya Integrasi Nasional, yaitu diantaranya:
1. Masyarakat Indonesia Heterogen
Masyarakat Indonesia sendiri beragam dan yang pasti berbeda-beda, dengan berbeda beda suku, dan budaya. Pasti sebagian dari mereka menganggap golongan atau rasnya paling unggul atau terhebat, sehingga ada rasa enggan untuk bersatu dengan golongan atau ras lainnya dan ditambah perbedaan budaya dan agama yang tentunya dapat menghambat terjadinya Integrasi Nasional.
2. Banyaknya Pulau Di Indonesia
Indonesia sendiri memiliki tidak kurang dari 17.000 pulau yang tersebar di wilayah Nusantara. Dengan jumlah pulau sebanyak itu tentunya menjadi salah satu faktor penghambat terjadinya Integrasi Nasional. Coba kita bayangkan bukan hal yang mudah menyatu menjadi satu pulau pulau yang jumlahnya +17.000 pulau dimana letaknya saling berpencar satu sama lain
3.Ketidakmerataan pembangunan
Seperti yang kita ketahui, pembangunan infrastruktur di Indonesia tidak merata antara daerah satu dengan daerah lainnya. seperti contoh pembangunan infrastruktur di pulau Jawa jauh lebih baik dibandingkan dengan di daerah pulau Kalimantan, hingga berakibat terjadinya kecemburuan yang menyebabkan ketidak inginan untuk bersatu sehingga dapat menghambat terjadinya Integrasi Nasional.
4. Kurangnya Toleransi
Di Indonesia ada 5 agama yang telah diakui yaitu agama Islam, Kristen, Hindu, Budha, dan Konghucu. Dan ada banyak suku-suku bangsa yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Karena perbedaan-perbedaan tersebut banyak terjadinya konflik karena masih adanya rasa saling membeda-bedakan hingga timbul kurangnya rasa hormat antara satu dengan lainnya. Dengan kurangnya sikap saling toleransi sehingga timbul dan banyaknya konflik antar sesama bangsa tentunya suatu hal yang mustahil untuk menyatukan semua lapisan suku, bangsa, agama, dan budaya.
5. Kurangnya Kesadaran Diri
Dari rasa kesadaran diri, rakyat Indonesia masih sangat rendah. Mereka seakan acuh-tak acuh terhadap Tanah Airnya Sendiri dan yang mereka pikiran adalah golongannya sendiri tanpa ada sikap kesatuan. Andaikata semua rakyat Indonesia sadar akan adanya kesatuan dalam Integrasi, maka jelas suatu hal yang mudah untuk mewujudkan harapan Integrasi Nasional
Selain adanya faktor penghambat,tentunya pasti ada fakto pendorong terwujudnya Integrasi Nasional. Faktor-faktor tersebut, yaitu:
1. Rasa senasib dan seperjuangan
Rakyat Indonesia sudah merasakan sengara bersama bagaimana rasanya dijajah dimulai sejak saat Portugis pertama kali masuk ke Malaka dan disusul negara negara-negara penjajah lainnya. Tiga setengah abad lamanya rakyat Indonesia merasakan dijajah dan bahau membahu berjuang melawan para penjajah. Dengan hal tersebut tentunya menjadi faktor pendorong dan motivasi untuk bersatu agar tidak terjadi lagi seperti yang rakyat Indonesia dirasakan dulu.
2. Pemaknaan Ideologi Nasional
Salah satu cita-cita Indonesia yaitu terwujudnya persatuan diatas perbedaan yang beragam. Seperti alinea ke-3 Pancasila dimana Pancasila tersebut adalah Ideologi Indonesia yang berbunyi "Persatuan Indonesia". Dengan adanya tersebut, jelas kita sebagai rakyat Indonesia menginginkan terwujudnya Integrasi Nasional yang merupakan cita-cita Indonesia.
3. Keinginan Untuk Bersatu
Banyak rakyat Indonesia sadar jika adanya persatuan sehingga timbulnya saling bergotong royong membangun Indonesia,maka tidak mustahil Indonesia menjadi negara besar dan maju.
4. Antisipasi Ancaman Dari Luar
Banyak negara luar yang ingin menghancurkan Indonesia karena mereka takut Indonesia menjadi negara maju yaitu dengan mengadu domba sesama bangsa sendiri. Maka dengan adanya Integrasi Nasional, Indonesia aman dari ancaman berupa adu domba atau yang lainnya dengan menghadapi bersama.
Nah itulah pengertian, faktor penghambat,dan pendorong terjadinya Integrasi Nasional. Kita sebagai warga negara yang baik tentunya harus mewujudkan cita-cita Indonesia yaitu dengan sikap saling toleransi, menghargai pendapat orang lain, bermusyawarah,dan saling Bahu - membahu agar cita-cita Indonesia dapat terwujud.
Dan terus temukan artikel menarik dan bermanfaat lainnya di Satoe Kertas ; cuman satu ada semua, semua ada hanya di Satoe Kertas

Komentar
Posting Komentar