Langsung ke konten utama

Asal Usul THR

Satoe Kertas - Kita sebagai orang Indonesia pasti tidak asing lagi dengan namanya THR. Yups THR atau tunjangan akhir tahun ini salah satu yang paling ditunggu-tunggu oleh semua orang Indonesia. Bagaimana tidak, kita menerima  uang tunjangan akhir tahun mulai dari Pegawai Negeri sampai Pegawai Swasta atau bahkan anak kecilpun mendapatkan meski notabennya belum bekerja dan itupun dari orang tua atau sanak saudaranya. Dan yang menjadi faktor hingga ditunggu-tunggunya yaitu karena THR adanya satu tahun sekali. Tidak kebayangkan kita menunggu demi yang namanya THR sampai satu tahun lamanya. THR juga hanya bisa kita temui di Indonesia. Di negara lain tidak ada yang namanya THR atau tunjangan akhir tahun. Lah kok bisa ya cuman ada di Indonesia?





Pengertian Integrasi Nasional Serta faktor penghambat Dan Pendorong Terjadinya Integrasi Nasional  


Biografi Chairil Anwar Dan Kumpulan Puisi Puisi Chairil Anwar







Sejarah Asal Usul THR

Awal adanya tunjangan akhir tahun ini bermula ketika Soekiman Wirjosandjojo yang menjabat sebagai Perdana Menteri sekaligus Menteri Dalam Negeri Ke-6 Indonesia, memberikan tunjangan pada kabinetnya sendiri pada setiap akhir Ramadhan. Nominal uang yang Soekiman berikan pada kabinetnya saat itu yaitu Rp 125 sampai Rp 200 atau setara dengan Rp 1,1 juta sampai Rp 1,75 juta jika disamakan dengan nilai Rupiah saat ini. Beliau yang juga tokoh Masyumi tidak hanya memberikanu uang, tetapi beras setiap bulannya kepada PNS yang bermaksud ingin menyejahterakan PNS saat itu.




Satoekertas.blogspot.com
Soekiman Wirjosandjojo 



Pada awalnya THR yang digagas Oleh Soekiman Wirjosandjojo ditolak oleh sebagian besar masyarakat Indonesia karena dianggap tidak adil. Mereka menganggap, Soekiman hanya ingin menyejahterakan kabinetnya sendiri dan ada juga yang menggap adanya unsur politik dimana mayoritas anggota PNS dari kalangan diningrat dan TNI. Pada saat itu masyarakat berdemo hingga berbuntut adanya mogok para buruh. Dan karena itu juga sempat dilarang adanya Tunjangan. Pada akhirnya hasil dari demo tersebut yang dirasakan saat ini yaitu semua pekerja mendapatkan Tunjangan akhir pada akhir Ramadhan.
Perlu diketahui juga bahwa THR juga sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Yang mengatur besarnya tunjangan pegawai. Dengan adanya THR dalam Undang-Undang hingga tidak adanya kekhwatiran lagi pada masyarakat.




Nah demikian asal usul THR yang selama ini kita tunggu-tunggu pada setiap tahunnya. Sekarang kita tahu ternyata dibalik THR ada sejarah yang lumayan berliks-liku sampai berbuah manis hingga saat ini. Dan terus temukan artikel menarik lainnya di Satoe Kertas ; hanya satu ada semua, semua ada hanya di Satu Kertas



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengertian Integrasi Nasional Serta Faktor Penghambat Dan Pendorong Terjadinya Integrasi Nasional

Pengertian Integrasi Nasional Serta Faktor Penghambat Dan Pendorong Terjadinya Integrasi Nasional Satoe Kertas   - Indonesia adalah negara yang memimiliki tidak kurang dari 17 ribu pulau dari  Sabang sampai Merauke dengan beragam suku dan budaya. Dengan faktor tersebut tentunya menimbulkan suatu perbedaan yang rawan akan terjadinya hal-hal negatif. Namun hal tersebut tidak perlu dicemasi, karena meskipun beranekaragam suku dan budaya, Indonesia tetap bisa bersatu yaitu tidak lain dengan adanya Integrasi Nasional. Apa sih Integrasi Nasional? Apakah bisa dengan Integrasi Nasional Indonesia yang memiliki beribu-ribu pulau, beratus-ratus suku dan beranekaragam perbedaan-perbedaan yang ada bisa bersatu? Tentunya bukan hal yang mudah untuk mewujudkan. Namum bukan hal yang mustahil jika Indonesia bersatu diatas semua perbedaan-perbedaan, yaitu dengan syarat terwujudnya Integrasi Nasional. ...

Biografi Chairil Anwar Dan Kumpulan Puisi Terbaik Karya Chairil Anwar

Satoe Kertas  - Chairil Anwar. Mungkin bagi kalian tidak asing lagi dengan nama diatas. Nama tersebut adalah nama seorang sastrawan terbaik yang pernah dimiliki Indonesia. Dia terkenal dengan sajak-sajak dan puisi-puisinya yang menyayat hati. Foto Chairil Anwar  Chairil Anwar  lahir pada tanggal 26 Juli 1922 di Medan, Sumatera Utara. Dia lahir dari pasangan Toeloes dan Shaleh. Dia adalah anak tunggal di keluarganya. Meskipun lahir sebagai anak tunggal, Chairil Anwar tidak seperti anak tunggal yang lainnya, yang dibesarkan dengan penuh kemanjaan. Bahkan ayah dan ibunya bercerai dan ayahnya menikah lagi. Ayahnya juga  pernah menjabat sebagai Bupati Kabupaten Indragiri, Riau. Chairil Anwar    kecil diasuh oleh neneknya di medan. Bagi dia neneknya adalah teman hidupnya selama itu, sehingga saat neneknya yang telah merawatnya sewaktu kecil meninggal dunia, terdapat duka yang mendalam di hatinya. Pada saat masih berusia 15 tahun Chairil Anwar ...